Bagaimana apabila mandi bisa menjadi kegiatan rutin yang merusak lingkungan?
Setelah menyaksikan video Dave Hakken, ternyata sampo mempunyai chemical subtances yang mencemari air.  Pun sebenarnya kita tidak mesti sampo, karena secara alami kulit kepala kita sudah memproduksi semacam lapisan minyak untuk memproteksi rambut dengan jumlah cukup.

Lapisan ini akan hilang ketika kita bersampo, mengakibatkan kepala kita akan memproduksi lebih banyak minyak. Sehingga dengan rutin bersampo, kita sedang menjebak diri ke dalam sebuah siklus yang menyebabkan akan selalu bergantung kepada sampo, dan susah untuk keluar dari kebiasaan itu.

BEGITU JUGA DENGAN SABUN. Sabun yang diproduksi secara massal mengandung Sodium Lauryl Sulfate, Parabens, & Artificial Fragrances dan berbagai molekul yang tidak gampang terurai dan membahayakan lingkungan. Saya tidak sedang menjadi SJW, namun membayangkan bagaimana kegiatan mandiku sehari-hari adalah penyebab banyaknya polutan dalam air membuat saya sedikit gelisah.

Kita tidak pernah bisa mengontrol kemana air mandi kita mengalir kan? Apakah ia akan meresap kembali ke tanah, mengalir ke sungai dan laut, yang pasti kita akan selalu butuh air bersih untuk merawat kehidupan dan mencukupkan kebutuhan. Sehingga penting untuk memastikan bahwa sampo, pasta gigi, dan sabun yang sering kita gunakan sebaiknya mengandung molekul yang gampang terurai dan tidak membahayakan lingkungan.

Kemudian kuputuskan untuk belajar membuat sabun dari bahan-bahan organik. Saya mendaftar kelas membuat sabun Weekend Workshop di Club Kembang Kemang. Harga kelasnya 400 ribu untuk durasi 4 jam.

Ruangan kelasnya diisi oleh 9 orang peserta. Instruktur kami sore itu adalah Mas Iski. Kami diceritakan sejarah sabun dan reaksi kimia yang terjadi selama proses pembuatan sabun.

Kami menggunakan 3 minyak berbeda sebagai komponen dasar pembuatan sabun; minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak jarak. Saya senang sekali ketika ada sebuah pertanyaan dari salah seorang peserta, apakah bisa menggunakan minyak sawit sebagai bahan dasar sabun agar ekonomis? Mas Iski menjawab boleh saja. Namun, prinsip beliau tidak akan pernah menggunakan minyak sawit sebagai bahan dasar sabun, itu juga menjadi statement perlawanan melawan industri sawit.

Itu membuatku berpikir, kenapa produk-produk organik selalu terkesan lebih mahal. Pertama karena skala produksi, kedua karena mereka memasukkan hidden cost yang kerap diabaikan oleh produk industri massal.

Sore itu terasa menyenangkan. Semua bahan dasar sabun kami timbang secara presisi. Di sampingku, aku berkenalan dengan peserta yang lebih senior, dia memperkenalkan diri sebagai bunda. Bunda sering berkomentar sendiri yang membuatku tidak sengaja menguping, dan komentarnya sering kali lucu.

Seperti makanan, pembuatan sabun juga punya resep untuk disesuaikan ke tipe-tipe kulit tertentu. Semoga dengan bantuan aplikasi pembuat resep sabun ini, kamu tidak perlu menghadapi banyak sekali trials untuk menemukan resep yang sesuai.

Dan tidak seperti makanan, setelah selesai membuat sabun, setidaknya kita membutuhkan waktu 4 minggu agar sabun melalui proses curing agar memiliki kepadatan yang baik dan siap digunakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.